Kamis, 01 Desember 2011

Sepuluh Peradaban Kota Yang Hilang




1. Machu Picchu (Peru) : the lost city of Incas
Machu Picchu (Gunung Tua) adalah sebuah lokasi reruntuhan Inca pra-Columbus yang terletak di wilayah pegunungan pada ketinggian sekitar 2.350 m. Machu Picchu berada di atas lembah Urubamba di Peru, sekitar 70 km barat laut Cusco.



Situs ini sempat terlupakan oleh dunia internasional, tetapi tidak oleh masyarakat lokal. Situs ini kembali ditemukan oleh arkeolog dari universitas Yale Hiram Bingham III yang menemukannya pada 1911.

2. Angkor Wat (Kamboja) : the world’s largest religious temple
Angkor adalah sebuah rangkaian lokasi ibu kota Kerajaan Khmer dalam periode lama dari abad ke-9 sampai abad ke-15 Masehi. Puingnya terletak di hutan dan tanah perladangan di utara Danau Besar Tonle Sap, dekat Siem Reap, Kamboja sekarang ini, dan merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO.

Kuil-kuil di Angkor Wat, sekarang sebagian besar telah dipugar, merupakan bagian dari contoh arsitektur Khmer.

3. Mesir Kuno 
Mesir Kuno adalah suatu peradaban kuno di bagian timur laut Afrika. Peradaban ini terpusat sepanjang pertengahan hingga hilir Sungai Nil yang mencapai kejayaannya pada sekitar abad ke-2 SM, pada masa yang disebut sebagai periode Kerajaan Baru. Daerahnya mencakup wilayah Delta Nil di utara, hingga Jebel Barkal di Katarak Keempat Nil. Pada beberapa zaman tertentu, peradaban Mesir meluas hingga bagian selatan Levant, Gurun Timur, pesisir pantai Laut Merah, Semenajung Sinai, serta Gurun Barat (terpusat pada beberapa oasis).
Peradaban Mesir Kuno berkembang selama kurang lebih tiga setengah abad. Dimulai dengan unifikasi awal kelompok-kelompok yang ada di Lembah Nil sekitar 3150 SM, peradaban ini secara tradisional dianggap berakhir pada sekitar 31 SM, sewaktu Kekaisaran Romawi awal menaklukkan dan menyerap wilayah Mesir Ptolemi sebagai bagian provinsi Romawi.


Walaupun hal ini bukanlah pendudukan asing pertama terhadap Mesir, periode kekuasaan Romawi menimbulkan suatu perubahan politik dan agama secara bertahap di Lembah Nil, yang secara efektif menandai berakhirnya perkembangan peradaban independen Mesir.

4. Petra (Yordania) : stones structure carved into rocks
Petra adalah kota yang didirikan dengan memahat dinding-dinding batu di Yordania. Petra berasal dari bahasa Yunani yang berarti ‘batu’. Petra merupakan simbol teknik dan perlindungan.
Kata ini merujuk pada bangunan kotanya yang terbuat dari batu-batu di Wadi Araba, sebuah lembah bercadas di Yordania. Kota ini didirikan dengan menggali dan mengukir cadas setinggi 40 meter.


Petra merupakan ibukota kerajaan Nabatean. Didirikan pada 9 SM-40 M oleh Raja Aretas IV sebagai kota yang sulit untuk ditembus musuh dan aman dari bencana alam seperti badai pasir

5. Palmyra (Syria) : the bride of desert
Palmyra dulunya adalah kota penting di Syria, terletak di daerah oasis 215 km timur laut Damascus. Dahulu dikenal dgn nama Tadmor (bhs Arab). Kota ini dulu terletak dekat sumber mata air panas, Afga, dan merupakan tempat singgah ideal bagi para kelompok pengelana dari Iraq – Al-Sham (skrng Syria, Lebanon, Holy Land, Jordan).


Lokasinya yg strategis membuat Palmyra menjadi kerajaan terkenal dan makmur pada jamannya abad 2 SM.

6. Pompeii (Italy) : buried by volcanoPompeii adalah sebuah kota zaman Romawi kuno yang telah menjadi puing dekat kota Napoli dan sekarang berada di wilayah Campania, Italia. Pompeii hancur oleh letusan gunung Vesuvius pada 79 M. Debu letusan gunung Vesuvius menimbun kota Pompeii dengan segala isinya sedalam beberapa kaki menyebabkan kota ini hilang selama 1.600 tahun sebelum ditemukan kembali dengan tidak sengaja. Semenjak itu penggalian kembali kota ini memberikan pemandangan yang luar biasa terinci mengenai kehidupan sebuah kota di puncak kejayaan Kekaisaran Romawi.


Saat ini kota Pompeii merupakan salah satu dari Situs Warisan Dunia UNESCO.

7. Palenque (Mexico) : one of Mayan’s most exquisite cities
Palenque adalah kota peninggalan bersejarah suku Maya yg berlokasi di kaki gunung Tumbala, Chiapas, Mexico.

Kota bersejarah ini tidak terlalu besar tetapi di dalamnya memiliki bangunan2 dengan arsitektur indah, patung2, ukir2an yg dibuat oleh suku Maya.

8. Vijayanagar (India) : salah satu hindu terbesar, Kerajaan Vijayanagar adalah sebuah kerajaan India, sejak 1336 dan terletak di Deccan, India Selatan. Kerajaan Vijayanagar ditemukan oleh Harihara (Hakka) dan saudaranya Bukka Raya. Kerajaan ini diberi nama sesuai dengan nama ibukotanya, kini namanya berubah menjadi Hampi di Karnataka, India.

Kerajaan ini berdiri mulai thn 1336 dan berakhir pd thn 1660.

9. Ephesus (Turkey) : one of the most important cities of early Christianity
Ephesus (Efes bhs Turkey), kota yg membentang sepanjang 3 km di bagian selatan kota Selcuk, provinsi Izmir, Turkey. Kota ini dulunya merupakan pusat perdagangan dan pusat agama Kristen sampai sekarang.

Reruntuhan Ephesus merupakan salah satu obyek wisata favorit di Turkey.

10. Sanchi (India) : the best preserved group of Buddhist monuments
Sanchi merupakan komplek monument yg menandakan jaman keemasan Budha di masa Kerajaan Ashoka. Kalau jaman sekarang Sanchi sama dengan stupa, kuil, atau tempat kediaman para biksu. Monumen Sanchi berawal dr abad 3 SM sampai abad 12. Yang paling terkenal dr Sanchi adalah Stupa 1, yg dibangun oleh Raja Mauryan.

Monumen ini berisi ukir2an yg bercerita ttg sejarah agama Budha.

Selasa, 29 November 2011

Resensi Novel “Ma Yan” Karya: Sanie B. Kuncoro


mayan-sanie 
Judul buku: Ma Yan
Penulis: Sanie B Kuncoro
Editor: Rahmat Widada
Penerbit: Bentang
Cetakan: I, 2009
Tebal: 214 hlm.

Bulan Mei 2001. Pierre Haski, seorang wartawan Prancis yang bergabung dengan sebuah tim ekspedisi kecil, tiba di Zhanjiashu, sebuah dusun kecil berjarak ribuan kilometer dari Beijing. Di kampung ini, Pierre dan rombongannya dipaksa oleh seorang ibu untuk singgah ke rumahnya yang sangat sederhana. Di sana, ibu tersebut memberikan selembar surat dan tiga buah buku kecil bersampul cokelat. Surat dan buku yang ternyata adalah sebuah diary itu ditulis dengan pensil oleh seorang bocah perempuan berusia 13 tahun bernama Ma Yan. Isinya, ditulis dalam aksara Cina, berupa curahan hati si gadis kecil tentang keinginannya untuk terus bersekolah. Namun, lantaran kemiskinan orang tuanya, Ma Yan harus rela mengubur cita-citanya itu.
Surat yang ditulis di selembar kertas bekas pembungkus kacang itu, telah menggugah hati Pierre dkk. Maka, setelah melalui penyuntingan serta ditambah wawancara dengan Ma Yan, catatan harian tersebut setahun kemudian diterbitkan menjadi sebuah buku berjudul The Diary of Ma Yan.
Dan apa hasilnya? Luar biasa! Kisah gadis Tiongkok itu telah mengundang banyak simpati dari masyarakat pembacanya di Prancis yang lantas memberikan sumbangan uang bagi pendidikan Ma Yan. Apa sebenarnya yang dituturkan Ma Yan dalam diary-nya itu sehingga membuat para pembacanya jatuh hati?
Gadis ini lahir dari pasangan suami istri miskin di Cina. Sangat miskin. Bayangkan saja, dengan penghasilan 120 yuan setahun (setara dengan 15 dolar AS atau 160.000 rupiah), keluarga ini harus mencukupi kebutuhan hidup mereka. Jangan lagi untuk sekolah, untuk makan pun sangat susah. Tak jarang, Ma Yan sekeluarga harus berpuasa menahan lapar lantaran tak ada uang untuk membeli makanan.
Pernah suatu ketika Ma Yan mengidamkan sebatang pulpen yang dilihatnya di pasar. Harga pena itu hanya 2 yuan. Tetapi bagi Ma Yan, uang dua yuan adalah jumlah yang besar karena sama dengan uang sakunya selama dua pekan. Demi memiliki benda idamannya itu, Ma Yan rela berhemat dan menahan lapar selama berhari-hari.
Kuterima pena itu dengan gemetar. Jantungku berdebar. Kugenggam pena itu erat-erat. Kuingat nasi tak berasa yang harus kutelan berhari-hari sekian pekan demi pena itu. Kuingat pedih di rongga perut berisi kelaparan yang panjang…..(hlm.76)
Namun demikian, orang tua Ma Yan, terutama sang ibu, memiliki tekad baja untuk menyekolahkan anak-anaknya agar kelak mereka tak mengalami nasib serupa orang tua mereka. Ibu dan ayah Ma Yan memeras keringat dan darah demi pendidikan anak-anak mereka. Bahkan, ibu Ma Yan rela menjadi buruh pemanen fa cai – sejenis rumput sayuran, biasanya diolah untuk salad atau sup – di Ning Xia, daerah yang berbatasan dengan Mongolia Dalam. Berjarak 400 km dari kampung mereka. Meski upah yang diterima tak memadai, tetapi apa boleh buat hanya itulah pekerjaan yang tersisa bagi perempuan buta huruf seperti ibu Ma Yan.
Begitu beratnya kehidupan bagi Ma Yan sekeluarga. Kendati telah berupaya keras membanting tulang, namun akhirnya orang tua Ma Yan harus takluk di hadapan nasib buruk dan kemiskinan yang seolah abadi. Mereka menyerah, tak sanggup lagi membiayai sekolah Ma Yan.
Namun, peruntungan dan mukjizat seringkali datang tak terduga. Seperti telah diuraikan di atas, berkat catatan hariannya, Ma Yan bisa kembali melanjutkan cita-cita yang pernah terkubur. Gadis kecil itu kini kembali ke sekolah. Dunia telah membaca kisahnya dan mengulurkan bantuan untuknya.
***

Kisah tadi adalah kisah nyata yang ditulis ulang oleh Sanie B Kuncoro dalam bentuk novel (novelisasi?). Jika buku aslinya setebal 372 halaman dengan format pocket book, maka oleh Sanie diringkas menjadi hanya tinggal 214 halaman berukuran sedikit lebih besar.
Jika harus membandingkan keduanya, masing-masing memiliki kelebihan. The Diary of Ma Yan terbitan Q-Press tentu menyajikan cerita yang lebih detail karena memuat secara lengkap catatan harian Ma Yan. Bagi Anda yang senang dan ingin mengetahaui kisah rincinya, sebaiknya memang membaca buku aslinya. Tetapi, apabila Anda ingin menikmati sebuah kisah dengan alur seperti novel, maka tulisan Sanie akan lebih cocok.
Susan Ismiati, begitulah nama asli Sanie B Kuncoro, mengaku bahwa Ma Yan merupakan “novel” pertamanya dan menjadi semacam lompatan atau anak tangga dari semula menulis cerita cinta romantis manis–yang cenderung terasa lebih ngepop–kepada karya yang lebih “nyastra”, walaupun hal ini tak ada hubungannya sama sekali dengan gosip bakal keluarnya novel Susan paling mutakhir bertajuk Garis Perempuan yang konon akan berbeda dengan karya-karyanya selama ini. Hmm, kita tunggu saja, ya.
Kembali ke Ma Yan. Kalau kita perhatikan baik-baik kovernya, di sudut kiri atas tertera label “Lini Laskar Pelangi”. Barangkali fungsinya sebagai stempel bahwa kisah di dalamnya adalah sebuah kisah yang mengusung spirit Laskar Pelangi : pendidikan. Yah, memang begitulah kerap terjadi di mana pun. Sebuah produk yang laris manis, segera saja melahirkan produk-produk sejenis yang mirip. Itu berlaku hampir di segala bidang: buku, film, musik, makanan, minuman, fesyen…..
Tentang bukunya ini, Susan pernah berbagi kebahagiaan dengan saya, bahwa ia senang buku yang ditulisnya ini ternyata diterima dengan cukup baik oleh pembacanya. Salah satu buktinya pada suatu hari ia ditelepon oleh seorang ibu yang telah membaca Ma Yan ini. Si ibu menyampaikan penghargaan sekaligus berterima kasih kepada Susan karena berkat Ma Yan anak perempuannya (seumuran Ma Yan) kini jadi rajin belajar serta penuh perhatian kepadanya. Pengakuan ibu tersebut membikin Susan terharu dan diam-diam menitikkan air mata.
“Aku bahagia karena ternyata bukuku bermanfaat bagi orang lain,” katanya. Tentu saat itu ia sudah tidak menangis lagi.

The Swordless Samurai


 Synopsis
Jepang abad ke -16 merupakan zaman pembantaian dan kegelapan. Zaman dimana satu-satunya hukum yang ada adalah hukum pedang. Dalam tatanan masyarakat hierarkis yang kaku dan melarang keras penyatuan kelas sosial, Hideyohsi lahir sebagai seorang anak petani miskin. Hideyoshi yang hanya tinggi 150 senti dan berbobot lima puluh kilogram serta tidak memiliki kemampuan bela diri, tampaknya mustahil untuk menjadi seorang samurai. Tetapi dialah yang menjadi pemenang tunggal dari perang berkepanjangan dan berhasil menyatukan negeri yang sudah tercabik-cabik selama lebih dari 100 tahun. Dialah Sang Samurai Tanpa Pedang.

LAHIR sebagai anak petani miskin, bertampang jelek, pendek, tanpa status dan tak mendapat pendidikan memadai, mungkin bagi sebagian besar orang seperti ditimpa "kutukan". Pasalnya, nyaris tak ada kelebihan yang dapat dibanggakan untuk menatap masa depan. Tapi kutukan seperti itu tidak membuat Hideyoshi meratap sedih. Meski ia lahir di Jepang abad ke-16 pada zaman perang antar-klan (masa kekacauan) yang menuntut orang lihai bermain pedang,..

sehingga tak membuka peluang Hideyoshi memiliki tempat bertahan hidup, apalagi berkarier bisa jadi pemimpin besar, tetapi Hideyoshi bisa membalik semua kesialan itu menjadi keberuntungan.

Hideyoshi bisa menjahit takdir kemiskinan menjadi kemujuran. Ia tak menjadikan kekurangan itu menentukan jalan hidupnya. Ia terus memupuk semangat untuk jadi pemimpin dengan mengandalkan otak daripada tubuh, akal daripada senjata, strategi dan logistik daripada tombak. Tidak mustahil jika seiring perjalanan waktu, ia mampu menapaki hidup dari petualang menjadi pemegang kedaulatan tertinggi Jepang sebagai wakil kaisar. Lalu, apa rahasia yang dipraktekan anak petani miskin yang dijuluki "monyet" itu sehingga bisa sukses?

Dalam buku The Swordless Samurai; Kebijakan Kepemimpinan Legenda Jepang Abad Keenam Belas Toyotomi Hideyoshi, Kitami Masao --dengan cara bertutur mewakili tokoh Hideyoshi-- mengungkapkan, "Keberhasilanku dalam meraih kepemimpinan dibangun atas dasar-dasar yang terdengar lumrah seperti pengabdian, penghargaan, kerja keras dan tindakan tegas" (hal. 5). Memang, dasar-dasar itu begitu sederhana. Tapi Hideyoshi menjalankan prinsip hidup itu melampaui kewajaran. Ia bekerja tiga kali lebih keras, mengabdi tiga kali lebih setia, memberi penghargaan tiga kali lebih tinggi, dan juga bertindak keras pada diri sendiri lebih dari orang lain. Maka, ia berhasil menjadi pemimpin.

Lahir sebagai anak petani miskin di Nakamura propinsi Owari, sebenarnya Hideyoshi sungguh dilahirkan dalam keadaan tidak beruntung. Ayahnya meninggal ketika ia berumur tujuh tahun, lantas ibunya menikah lagi (dengan seorang petani). Sewaktu kecil, ia tergolong nakal dan benci sekolah. Maka para biksu angkat tangan dan mengembalikan Hideyoshi pulang ke rumah. Saat ibunya memintanya untuk meninggalkan rumah guna mencari kerjaan, Hideyoshi selalu dipecat dan pulang lagi ke rumah. Padahal, di rumah ia selalu bertengkar dengan ayah tirinya.

Ketika ia berusia usia lima belas tahun, ia meninggalkan rumah dan berjanji kepada ibunya bawah ia tak akan pulang sebelum berhasil meraih apa yang dia impikan. Dia berpetualang, tidur di jalanan, dan kerap kelaparan; jadi pedagang jarum keliling, menjalani pekerjaan rendahan. Setelah lelah menggelandang, Hideyoshi sempat ikut klan Matshushita sebelum mengabdi Lord Nobunaga. Awal mengabdi pada Nobunaga, ia jadi pelayan pembawa sandal tapi hal itu tak mengurangi pengabdiannya. Apalagi -di mata Hideyoshi- Nobunaga adalah pemimpin yang luar biasa dan memiliki visi ke depan.

Kerja keras, pengabdian dan kesetiaan yang diukir Hideyoshi lambat laun membuahkan hasil. Ia menapaki jabatan; dari pembawa sandal jadi pengelola kayu bakar. Setelah dia berhasil mengubah kemustahilan menjadi kenyataan saat ia memenuhi tantangan membangun benteng Kiyoshi, dia pun naik jabatan jadi prajurit. Lalu, ketika dia kembali berhasil membangun benteng Sunomata, dan berhasil menyusun strategi perang yang bisa mengalahkan beberapa lawan, ia diangkat jadi jendral.

Karier Hideyoshi melesat cepat dan ia memiliki jiwa memimpin. Bahkan dia berhasil menjadi pemimpin saat krisis. Ketika Nobunaga meninggal dibunuh Mitsuhide, dia mengobarkan semangat untuk menuntut balas. Tak cuma di situ, ketika Nabukatsu dan Nobutaka --anak kedua dan ketiga Nobunaga, tapi dari selir-- saling berebut kekuasaan, Hideyoshi menengahi perselisihan (meski pun pada sisi lain; untuk menyelamatkan dirinya) dengan mengangkat Samboshi, cucu Nobunaga dari (putra mahkota) Nobutada yang ikut meninggal bersama Nobunaga. Karena Samboshi masih bayi, maka Hideyoshi menjadi wali.

Hidoyoshi kemudian meneruskan perjuangan Nobunaga, menyatukan Jepang dan kemudian menjadi wakil kaisar. Ia meraih jabatan tertinggi dimulai dari bawah tak mengandalkan silsilah, melainkan otak dan kerja keras. Tapi tak ada manusia yang sempurna. Setelah jadi wakil kaisar, dia terlena; sombong, lupa diri. Setelah Jepang damai, ia tidak bisa mengendalikan diri untuk mengekang obsesi menggempur Korea dan China.

Ditulis Kitami Masao dalam bentuk pengakuan (dengan gaya bertutur; "aku" Hideyoshi), buku ini mengungkap cukup adil riwayat hidup Hideyoshi. Tak salah, jika buku ini tak hanya mengisahkan setumpuk prestasi dan keberhasilan Hideyoshi, melainkan juga setumpuk kegagalan setelah ia meraih jabatan. Dilengkapi dengan setumpuk data; berupa lembaran surat, dokumen dan penelitian para ahli sejarah, penulis menjamin; bahwa buku ini mendekati akurat di tengah-tengah mitos yang melingkupi kepemimpinan Hideyoshi.

Lebih dari itu, buku ini menawarkan setumpuk prinsip juga rahasia hidup yang dapat digali dari perjuangan Hideyoshi dalam menapaki karier menjadi wakil kaisar. Maklum, karena buku ini tak hanya sekedar cerita tentang keberhasilan Hideyoshi melainkan juga berisi prinsip, rahasia sukses dan kebijakan politik "sang pemimpin besar" yang dicatat oleh sejarah. Dengan prinsip-prinsip itu tentu pembaca bisa merengkuh pelajaran berharga dari kebijakan-kebijakan politik Hideyoshi.

Apalagi, buku ini terbit dalam edisi Indonesia pada saat yang tepat. banyak elite politik yang haus kekuasaan untuk jadi pemimpin dan pejabat, Seperti caleg serta capres menjelang pemilu 2009. Karena itu, buku ini bisa jadi semacam panduan untuk para pemimpin. Sebab dari kepemimpinan Hidoyoshi, terpantul rasa empati pada rakyat yang bisa jadi pelecut bagi elite politik di negeri ini untuk tidak mengesampingkan kepercayaan yang diberikan oleh rakyat. Pasalnya di balik riwayat hidup Hideyoshi, penulis menuturkan beberapa nasehat, petuah bahkan kebijakan politik yang digali dari setiap lembaran hidup yang pernah ditapaki Hideyoshi. ***

RADEN SALEH (1807 – 1880)


Lukisan Raden Saleh yang berjudul “Badai” ini merupakan ungkapan khas karya yang beraliran Romatisme. Dalam aliran ini seniman sebenarnya ingin mengungkapkan gejolak jiwanya yang terombang-ambing antara keinginan menghayati dan menyatakan dunia (imajinasi) ideal dan dunia nyata yang rumit dan terpecah-pecah. Dari petualangan penghayatan itu, seniman cenderung mengungkapkan hal-hal yang dramatis, emosional, misterius, dan imajiner. Namun demikian para seniman romantisme sering kali berkarya berdasarkan pada kenyataan aktual.
Dalam lukisan “Badai” ini, dapat dilihat bagaimana Raden Saleh mengungkapkan perjuangan yang dramatis dua buah kapal dalam hempasan badai dahsyat di tengah lautan. Suasana tampak lebih menekan oleh kegelapan awan tebal dan terkaman ombak-ombak tinggi yang menghancurkan salah satu kapal. Dari sudut atas secercah sinar matahari yang memantul ke gulungan ombak, lebih memberikan tekanan suasana yang dramatis.
Walaupun Raden Saleh berada dalam bingkai romantisisme, tetapi tema-tema lukisannya kaya variasi, dramatis dan mempunyai élan vital yang tinggi. Karya-karya Raden Saleh tidak hanya sebatas pemandangan alam, tetapi juga kehidupan manusia dan binatang yang bergulat dalam tragedi. Sebagai contoh adalah lukisan “Een Boschbrand” (Kebakaran Hutan), dan “Een Overstrooming op Java” (Banjir di Jawa), “Een Jagt op Java” (Berburu di Jawa) atau pada “Gevangenneming van Diponegoro” (Penangkapan Diponegoro). Walaupun Raden Saleh belum sadar berjuang menciptakan seni lukis Indonesia, tetapi dorongan hidup yang diungkapkan tema-temanya sangat inspiratif bagi seluruh lapisan masyarakat, lebih-lebih kaum terpelajar pribumi yang sedang bangkit nasionalismenya.
Noto Soeroto dalam tulisannya “Bi het100Geboortejaar van Raden Saleh (Peringatan ke 100 tahun kelahiran Raden Saleh), tahu 1913, mengungkapkan bahwa dalam masa kebangkitan nasional, orang Jawa didorong untuk mengerahkan kemampuannya sendiri. Akan tetapi, titik terang dalam bidang kebudayaan (kesenian) tak banyak dijumpai. Untuk itu, keberhasilan Raden Saleh diharapkan dapat membangkitkan perhatian orang Jawa pada kesenian nasional.

Kamis, 17 November 2011

KOTA BUKITTINGGI

City of BukittinggiIndonesian From Wikipedia, the free encyclopedia(Redirected from United Kingdom)

    
"Fort de Kock" redirects here. To castle, please see Fort de Kock (fortress)
City of Bukittinggi


Clock Tower Bukittinggi
LogoMotto: Saayun Salangkah

Location of Bukittinggi in West SumatraBukittinggi is located in IndonesiaCity of Bukittinggi

Location of Bukittinggi in IndonesiaCoordinates: 0 ° 17'8 .93 "S 100 ° 22'3 .61" EState of IndonesiaProvince of West SumatraGovernment
 
- Mayor H. Ismet Amzis, SH
 
- DAU Rp. 273 043 100 000, - [1]Broad
 
- Total 25.24 km2Population (2010 [2])
 
- Total 110 954
 
- Density 4.396/km ²Subdistrict 3 [3]Sub-District 24Time zone WIB (UTC +7)Telephone area code +62,752Website www.bukittinggikota.go.idBukittinggi is one city in the province of West Sumatra, Indonesia.The city was formerly called the Fort de Kock and the former had also dubbed as Parijs van besides Sumatra city of Medan, [4] and the town of Bukittinggi was also the capital of Indonesia.The city is the hometown of one of the Bung Hatta proclaimed Indonesia, also known as city heritage [5] with the Clock Tower, a landmark in the heart of the height, shaped like a big clock Big Ben, as well as a symbol for the city which is also located on the edge a valley called Canyon Sianok.Besides the town of Bukittinggi is also famous as a tourist city that cool air, and siblings (sister city) in Seremban from Negeri Sembilan in Malaysia.
 

History 
Bukittinggi city began standing in line with the arrival of the Dutch who later founded the blockhouse in 1825 [6] on Padri War period in which there is one hill in this town, known as Fort de Kock, as well as a resting place of the Dutch officers who are in the colonies. Later in the reign of the Dutch East Indies, the area is always enhanced role in the constitution which later developed into a Stadsgemeente (city), [7] and also serves as the capital Afdeeling Padangsche Bovenlanden and Onderafdeeling Oud Agam. [8]During the Japanese occupation, the city of Bukittinggi used as a control center for the region of Sumatra military government, even to Singapore and Thailand, where the city became the seat of the military commander to 25 Kenpeitai, under the command of Major General Hirano Toyoji. [9] Later the city changed its name from Fort de Kock became Stadsgemeente Bukittinggi The Yaku Sho, whose land was broadened to include the surrounding villages-villages like Sianok Anam Tribe, Gadut, Kapau, Ampang Tower, Taba and Bukit Batu Batabuah. Now Nagari-Nagari is entered into the Agam regency.After the independence of Indonesia, Bukittinggi was chosen to be the capital of the Province of Sumatra, with its governor Mr. Teuku Muhammad Hasan. [10] The United Kingdom is also defined as an area municipality under the Province of Sumatra Governor Decree No. 391 dated June 9, 1947.At the time of maintaining the independence of Indonesia, the City Bukitinggi role as the city struggles, where on December 19, 1948, the city is designated as the capital of Indonesia after the Yogyakarta fell into Dutch hands, known as the Emergency Government of the Republic of Indonesia (PDRI). Later on, the event was designated a State-Defense Day, based on the Decree of President of the Republic of Indonesia Number 28 Year 2006 dated December 18, 2006. [11] [12]The next big city of Bukittinggi be based on Law Number 9 Year 1956 concerning the establishment of an autonomous region within the major cities of the province of Central Sumatra that time, [13] which includes the province of West Sumatra, Jambi, Riau and Riau Islands now.Even after the issuance of Government Regulation Number 84 of 1999 as a new legal basis of regional government in the implementation of Bukittinggi, but until now still can not be implemented. [14] 

Geography
 Bukittinggi is located on the Bukit Barisan range that ran along the island of Sumatra, surrounded by three volcanoes is Mount Singgalang, Mount Marapi and Mount Sago, and at an altitude of 909-941 meters above sea level. The city is also air cool with temperatures ranging between 16.1 - 24.9 ° C. While the total area of ​​the current town of Bukittinggi (25.24 km ²), 82.8% have been devoted to cultivation of land, while the rest is protected forest.The city has a hilly topography and berlembah, some hills are scattered in urban areas, among them the Mount Ambacang, Bukit Tambun Bones, Mandiangin Hill, Hill Campago, Kubangankabau Hill, Bukit Pinang Sabatang Nan, Canggang Hill, Hill Paninjauan and so on. While there is a valley which is also known as Sianok canyon with a depth that varies between 75-110 m, which didasarnya flows a river called the Trunk Masang which empties on the west coast of Sumatra island.[Edit]  
Population

Bengkudu Mosque with surrounding pond near Bukittinggi, one of the oldest mosques in Indonesia.Market Ateh past

The development of the urban population can not be separated from the change in Bukittinggi Bukittingi a trade center in the Minangkabau highlands, starting with the market dibangunya by the Dutch East Indies government in 1890 under the name loods, local people spell it with loih, with a curved roof became known as the Loih Galuang.Today, the city Bukittingi is the most populous city in the province of West Sumatra, with a workforce of 52,631 people and about 3845 of them are unemployed. [3] The city is dominated by ethnic Minangkabau, but there are also ethnic Chinese, Javanese, Tamil and Batak.Chinese community to come together with the emergence of markets in London, they allowed the Dutch East Indies government to build a shop / kiosk at the foot of the hill fortress of Fort de Kock west, stretching from south to north, now known as Kampung Cino. While the Indian traders placed in the foothills of the north, a circular from east to west and is now called Kampung Keling.
Tahun 2008 2010
Jumlah penduduk 106.045 Green Arrow Up.svg 110.954

Year 2008 2010The population of Green Arrow Up.svg 106 045 110 954The history of the town Bukittinggi populationSources: [3] [2]GovernmentMain articles See also: List of mayors BukittinggiBukittinggi city hallSince 1918 the town of Bukittinggi has gemeente status, [15] then in 1930 the city area was expanded to 5.2 km ². [16] During the Japanese occupation of the territory of this town again expanded. Then at the beginning of the independence of Indonesia overlapping territorial limits of this town because of a unilateral determination of both the Dutch East Indies and Japan.Currently these municipal boundaries surrounded by Agam regency, and konfik between the two governments regarding border area is still ongoing, [17] added after the release of Government Regulation. 84 of 1999 concerning changes to border town of Bukittinggi and Agam regency, from government regulation (PP) is an area of ​​the town of Bukittinggi grew to 145.29,90 km ², with a few villages that were previously included on the Japanese occupation is within the administrative town of Bukittinggi. [18 ]But with the passing of the reform of government that provides a broad right of autonomy to the district and the city, came back from rejection Agam district community on the expansion and development of the town of Bukittinggi region. Agam district for the community into the area of ​​urban sprawl, the loss was due to return to the application of the model village governance is more promising, than in sub systems. In addition the assumption arises, people who have heterogeneous city would also tend to give effect to indigenous traditions and the wealth that had been owned by the village.Representation

DPRD kota Bukittinggi 2009-2014
Partai Kursi
Lambang Partai Demokrat Partai Demokrat 8
Lambang Partai Golkar Partai Golkar 3
Lambang PAN PAN 3
PKS 3
Lambang PPP PPP 3
Lambang Partai Hanura Partai Hanura 2
Lambang PBB PBB 1
Lambang Gerindra Partai Gerindra 1
Lambang PKPI PKPI 1
Total 25
Sumber:[19]
Bukittinggi city parliament 2009-2014Party ChairThe symbol of the Democratic Party the Democrat Party 8Coat Golkar Golkar Party 3Coat PAN PAN 3MCC 3Coat PPP PPP 3Coat Hanura Hanura 2The symbol of the United Nations 1 United NationsCoat Gerindra Gerindra 1Coat PKPI PKPI 1Total of 25Sources: [19]In the 2009 legislative elections, parliament town of Bukittinggi is as much as 25 people and is composed of representatives of nine parties. [19] EducationSince the Dutch colonial era, the city has become an educational center on the island of Sumatra, [20] began in 1872, with the establishment Kweekschool voor Inlandsche Onderwijzers (school teachers for teachers bumiputera) or also known as king of the school's name, which later evolved into volksschool or school people. Then in 1912 came Holandsch Inlandsche School (HIS), followed by the establishment of the School Guardian School voor Opleiding Inlandsch Ambtenaren (OSVIA) in 1918. In 1926 also has established MULO in the town of Bukittinggi. [21]In the early days of independence in this city once stood Policewomen school and cadets as well as Civil Service is the first school in Indonesia, even Andalas University was first established in the city of Bukittinggi. [22]
Pendidikan formal SD atau MI negeri dan swasta SMP atau MTs negeri dan swasta SMA negeri dan swasta MA negeri dan swasta SMK negeri dan swasta Perguruan tinggi
Jumlah satuan 65 19 11 5 13 4
Elementary formal education or public and private junior high MI or MTs public and private high schools and private MA public and private state and private vocational collegesNumber of units 65 19 11 5 13 4Data schools in the city of BukittinggiSources: [23] [24]HealthBukittinggi City has had good health care, where a city with a relatively small area has had 5 hospital that is 3 pieces of government-owned and two private sector, supported by 5 pieces of health centers and six health centers and 15 health centers around helper. One of the main General Hospital Dr. Achmad Mochtar, a government-owned public hospital type B with the number of beds as much as 299. [25]National Stroke Hospital located in this city, a government-owned hospitals with service excellence for stroke with the number of beds as much as 124. [26] [27] So is Islam Ibn Sina Hospital, a private hospital that has the capacity of the sleep as many as 136 units. [25]Meanwhile, to increase the availability and quality of health personnel in order to improve public health services, until the year 2009 there were 8 health personnel education institutions in the city of Bukittinggi, two government-owned institutions (Poltekes) and 6 are managed by private parties. [25] 

Nexus

Tri Dharma Eka Power Museum in Bukitinggi

Hotel The Hill in BukitinggiBukittinggi is at a strategic position, connected with several other cities including the cities that are outside the province of West Sumatra, as the city of Pekanbaru and Medan, and a town through which the Trans Central Sumatra. Terminal Aur Yellow is the main terminal for freight ground transportation in this city. As for transportation in the city, available means of transportation other than city microbus and a hansom cab (carriage horses).Previously the city is traversed by a railway line from the city Payakumbuh to the city of Padang, which was built around the early 20th century during the reign of the Dutch East Indies, but after independence the means of transportation is no longer active.The city also has a non-class air transport facilities are named Airport, United Kingdom. [28]

 Economy

Japan hole in BukittinggiGaluang Loih market developments now called Market Ateh, making the Dutch East Indies government then re-develop the market, by rebuilding a loods to the east in 1900, precisely at the waist area of ​​the hill adjacent to the ditch that flows at the foot of the hill, because market place is located in the slope of the local people call it by name Teleng Market (Italic) or Market Slope. The next development in the surrounding area appear again in the next several markets including the Lower Markets and Market Banto. In structuring the market, the Dutch East Indies government also connects each market with long and slender (stairs) and among the famous is called by the name of bunch 40.To reduce buildup on one area of ​​the town of Bukittinggi and then develop the urban area to the east by the Yellow Aur Market building, which currently is one of the wholesale trade center for goods convection in the town of Bukittinggi. While the traditional markets around the area such as the Clock Tower Ateh Market, Market and Market Bottom Slope, now evolved into a place selling handicrafts and souvenirs typical of Minangkabau.Due to a small area, the trade sector is one option that is right for the town of Bukittinggi in increasing per capita income, and has become one of the main objectives in the field of trade on the island of Sumatra.In addition Bukittinggi city government also spawned several programs in alleviating poverty among the training increased diversification in the form of training and skills upgrading training making kebaya embroidery, as well as new entrepreneurial growth. [29] 

Tourism

Bridge Limpapeh

Field Sports WirabrajaThe development of tourism is one of the leading sectors for the city of Bukittinggi, the many interesting attractions, make this city dubbed as the "city tour". Currently in the town of Bukittinggi has been there about 60 hotels and 15 travel agencies. [30] Hotels located in cities such as The Hills Bukittinggi (formerly Novotel), Hotel Pusako and so on.Sianok canyon valley is one of the main attractions. Panorama Park is located in the town of Bukittinggi allow tourists to see the beautiful scenery Sianok canyon. Inside the park there is also a cave Panorama hideaway former Japanese soldiers during World War II is referred to as Japan's Hole Bukittinggi.In the park there is a replica Kanduang Bundo Tower House which serves as a museum of Minangkabau culture, Bukittinggi Zoo and Fort de Kock is connected by a pedestrian bridge called the Bridge Limpapeh. Limpapeh pedestrian bridge above the road A. Yani which is the main street in the town of Bukittinggi.Market Ateh (pasas above) are adjacent to the Clock Tower which is the center of the city. In the market there are many sellers Ateh handicrafts and embroidery [31] as well as snacks souvenirs typical of West Sumatra as Karupuak Sanjai (cassava chips ala Sanjai area in London) is made from cassava, Karupuak Jangek made from cow or buffalo leather and Karak Kaliang, a kind typical of Bukittinggi snacks shaped like a figure 8. Currently, he also has built several modern shopping centers in the city of Bukittinggi.SportCommunity town of Bukittinggi is very fond of sport riding, and every year the city held a contest in Bukit Ambacang horse racing, which has been held since 1889, [6] the race this horse racing is a series of runway horse race held in several other areas in West Sumatra, with existence pelombaan also encourages farmers to keep the persistence of horses, other than as a tradition as well as a source of livelihood of its people. [32] In addition, the revolution in Indonesia, the region has also become a runway or airfield for small aircraft types. [33]Press and MediaDuring the Japanese occupation, the city's largest ever established a radio transmitter to the island of Sumatra at the time, in order to raise the spirit of the people to support the interests of the Greater East Asia War the Japanese version. [34] In this town there are several radio stations as a means of information and entertainment in between RRI Bukittinggi, Elsie FM [35], SK FM [36], GRC FM [37] and so on.City of brotherlyAnother city that became Sister City of the town of Bukittinggi is:

    
Flag Malaysia Seremban, Malaysia

 
Gallery



    The atmosphere of Jalan Ahmad Yani, the main street in London

    General atmosphere of Jalan Sudirman, the main street in London

    General Sudirman street

    Niagara, in New York City shopping center across from the Clock Tower

Selasa, 15 November 2011

Terowongan sepanjang 4 km berliku di perut Kota Wisata Bukittinggi — peninggalan zaman penjajahan Jepang, terbuka untuk kaum pelancong. Petunjuk tentang apa yang ada di dalamnya, sejauh ini baru sebatas catatan di gerbang gua.
ATTENTION…! Untuk kepuasan dan kenyamanan anda, para pengunjung Taman Panorama dan Lobang Jepang, kami menyediakan jasa pemandu yang berlisensi. Begitulah gaya pengumuman di kertas lusuh yang ditempel di dinding tebing, beberapa langkah dari gerbang Lubang Jepang di Ngarai Bukittinggi, Sumatera Barat.
Lalu di bawahnya, ada selembar kertas lagi berisi tulisan: Pengunjung yang terhormat. Nikmatilah keunikan serta keindahan Lobang Jepang ini !!! Mohon jangan melakukan aktivitas yang melanggar aturan serta perbuatan asusila !!! Semua aktivitas anda termonitor pada kamera kami… Terimakasih atas perhatiannya, ttd… Penanggung Jawab.

Di sebelahnya — masih pada dinding yang sama, ada panil denah terowongan di perut Kota Bukittinggi ini. Di situ tertulis petunjuk apa saja yang ada di dalam gua tersebut. Yaitu, ada mini teater, lorong maket geologi dan tatakota, lorong patung akrilik, lorong museum geologi, lorong pameran lukisan dan foto-foto, kafe, lorong duduk & istirahat, mushala wanita, mushala pria, toilet wanita, toilet pria.
Kemudian, begitu lewat mulut gua segera kita menuruni perut bumi. Seluruhnya 132 undakan atau anak tangga, sampailah kita di dasar gua. Atau pada kedalaman 40 meter dari permukaan tanah. Panjang terowongan total 4 km. Dengan satu pintu masuk dari arah Panorama, jika jalan langsung ke arah pintu di ujungnya hanya sekitar sekilo. Ada tiga pintu ke luar di bagian darah Bukit Apik. Tapi cuma dua yang berfungsi. Satu persis di bawah tebing gardu panorama, telanjur ditutupi sampah.
Di dalam gua ada penerangan listrik. Lantainya dilapisi konblok. Dinding serta langit-langit dipoles semen. Menurut Azwarman — Kepala Seksi Sarana Prasarana Kantor Pariwisata Bukittinggi, pemolesan dinding serta langit-langit gua ini dilakukan tahun 1974. Ketika terjadi gempa hebat beberapa waktu lampau, ada bagian terowongan yang retak. Tapi hanya lapisan semen saja. Sedangkan tanahnya tetap utuh. Unik juga konstruksi tanah di bawah Kota Bukittinggi ini. Sebab bagian lain yang merupakan tebing kota ini ada yang runtuh. Longsor parah terjadi di tebing seberang, bagian dari Nagari Kotogadang.
Pengumuman pada panil di gerbang gua, tinggal sebatas catatan di atas kertas, rupanya. Sepanjang lorong yang dilewati, masih berupa lubang asli buatan Jepang. Ada ruang amunisi, yang diberi pintu terali besi. Di bagian kiri kanan dinding menjelang mulut gua untuk keluar, ada mushala masing-masing untuk pria dan wanita. Juga toilet sendiri-sendiri, yang kini masih terkunci. Belum ada air masuk ke sini. “Bak airnya sudah lama dibikin di atas,” kata Azwarman. “Tapi sampai sekarang belum juga disambungkan pipa ke sini”.
Menarik dicatat adalah lokasi yang dituliskan sebagai Ruang Romusha alias pekerja paksa (lihat juga : Tak Ada Kerja Paksa). Tampaknya untuk membuat “Lobang Jepang” sebagai objek wisata, perlu dilengkapi dengan riset yang akurat datanya. Sehingga penyuguhan aneka materi tontonan lain — sebagaimana tercantum pada panil di gerbang, memang memperkaya khazanah pengetahuan publik secara sahih.
Sedikit tambahan, para petinggi Kota Bukittinggi mungkin pernah ke Mesir. Tentu sempat menyaksikan piramida peninggalan zaman Fir’aun tempo dulu. Ini sudah lama dijadikan tontonan khas di waktu malam. Puluhan lampu sorot bermain di padang pasir dihiasi suara, terkenal sebagai sonne et lumiere alias suara dan cahaya.
Juga di Thailand. Ingat, ada film yang dibintangi Alec Guines bernama Bridge on the River Kwai. Jembatan ini dikerjakan tahun 1943 oleh Jepang, dengan mengerahkan tawanan perang yang terdiri dari pasukan Sekutu serta romusha dari Asia. Proyek berdarah ini tulen kerja paksa untuk menghubungkan bagian daerah Thailand dengan Burma. Lokasinya di Provinsi Kanchanaburi, 130 km di barat Kota Bangkok.
Drama sekitar jembatan itu, kini merupakan bahan tontonan malam — menggunakan pola suara dan cahaya pula. Konsep serupa tampaknya bisa diterapkan untuk atraksi khas Lubang Jepang di Bukittinggi.
Tak Ada Kerja Paksa
ADALAH Hirotada Honjyo, lahir 1 Januari 1908, di kota kecil Iizuka, Provinsi Fukuoka, Kepulauan Kyushu, Jepang Selatan. Tamatan Fukultas Hukum, Hosei University, Tokyo, penggemar olahraga rugby ini, bekerja di perusahaan tambang batu bara, Asou Koggyo. Ia beroleh pengetahuan dasar tentang pertambangan dan terowongan. Berikut ini penuturannya yang ditulis tanggal 17 April 1997. Ia meninggal dunia tahun 2001.
Honjyo-san harus membuat “lubang perlindungan” di Ngarai Bukittinggi, atas instruksi Panglima Divisi ke-25 Angkatan Darat Bala Tentera Jepang, Letjen Moritake Tanabe. Waktu itu, ia berpangkat Kapten Angkatan Darat, perwira staf keuangan, sebagai jurubayar, untuk merencanakan, membuat dan mengawasi pelaksanaan sebuah “lubang perlindungan”.
Semua berkas mengenai rencana, gambar, spesifikasi dan anggarannya, sudah tidak ada lagi. Semua dibakar sesaat balatentara Jepang kalah, tanggal 15 Agustus 1945, sesuai perintah Panglima Letjen Moritake Tanabe. “Walaupun telah lewat 50 tahun lebih, saya masih ingat menggambarkan dan menyatakan cara pembuatan dan perencanaan pelaksanaan lubang lindungan tersebut,” kata Hojyo-san.
Konstruksinya mulai dikerjakan bulan Maret 1944, dan selesai pada awal Juni 1944. “Hal ini tidak bisa saya lupakan, karena sampai sekarang ada album kenang-kenangan yang saya simpan,” katanya. Pembuatan terowongan  dikerjakan di bawah pimpinan tiga ahli tambang batubara, dikirim dari perusahaan Hokkaido — Tanko Kisen Co. Perusahaan tambang batu bara terkenal di Hokkaido ini selama pendudukan balatentera Jepang, juga mengerjakan tambang batubara Ombilin.
Ketiga ahli terowongan itu adalah (1) Ir. Toshihiko Kubota, sebagai ketua, (2) Ir. Ichizo Kudo (3) Ir. Uhei Koasa. Mereka sudah meninggal. Selain dari orang-orang Jepang, ada juga beberapa orang Indonesia yang bekerja di tambang batubara Ombilin diperbantukan mengerjakan “lubang perlindungan” ini.
Konstruksi lubang perlindungan tersebut dijalankan menurut pembagian peranan keahlian, dengan contoh “sakiyama” membuat tambang batubara yang digali, kemudian diteruskan dengan “atoyama” atau mengambil galian “sakiyama” tersebut. Jadi “atoyama” dikerjakan sesudah pelaksanaan “sakiyama.” Urusan “sakiyama” dikerjakan oleh ahli-ahli bangsa Jepang, kemudian secara “atoyama” dikerjakan orang-orang Indonesia dan buruh-buruh harian.
Mereka yang menggali dan membuat dinding kayu untuk menahan reruntuhan. Lubang dibuat sempit, dapat dilalui seorang dengan membawa alat-alat pengebor, sehingga tidak dapat dikerjakan oleh banyak orang. Tiap hari rata-rata memerlukan tenaga kerja 50 atau 100 orang. Para pekerja ini didatangkan dan disediakan oleh Kantor Kotapraja Bukittinggi, yang terdaftar dan dibayar sebagai buruh harian. Mereka membawa bekal makanan sendiri untuk makan siang.
“Saya adalah seorang perwira staf keuangan, sebagai ahli jurubayar dan selama bertugas tidak menggunakan kekuasaan tentara dan fasilitas lainnya,” kata Honjyo-san. “Kepada saya diperbantukan seorang sersan dari Markas Besar Panglima dan beberapa lori untuk keperluan angkutan kerja”.
Selama tiga bulan bertugas, katanya, tidak ada terjadi insiden atau kecelakaan. Dan selama bertugas tidak menggunakan senjata, baik senjata berupa pedang samurai maupun senjata api lainnya. “Lubang perlindungan Jepang” itu tidak merupakan benteng pertahanan. tapi hanyalah lubang untuk melindungi diri. Supaya terhindar dari serangan bahaya udara.
Instruksi Panglima Divisi ke-25 Angkatan Darat Balatentara Jepang itu menyebutkan lagi: (1) membuat sebuah lubang perlindungan yang bisa menahan getaran letusan bom sekuat 500kg. (2) membuat lubang perlindungan yang dilengkapi dengan ruangan-ruangan untuk keperluan Markas Besar, ruang kantor dan fasilitas-fasilitas lainnya untuk keperluan Divisi ke-25 Angantan Darat.
Konstruksi lubang perlindungan tersebut tidak rahasia dan tidak ada yang perlu dijaga. Untuk bisa menahan getaran letusan bom di atas 500kg, perlu  penggalian sedalam 40-meter dari permukaan bumi atau 20-m dari ujung penggalian jurang tebing. Untuk menguatkan dan kokohnya dinding lubang, dibuat bentuk “torii-gumi” — menyerupai pintu depan lambang agama Shinto. Yaitu bagian bawah lebih besar daripada bagian atas.
Lubang perlindungan ini terbagai dua. Satu blok khusus untuk keperluan Markas Besar Divisi ke-25 Angkatan Darat. Satu blok lagi yang lebih aman terhindar dari serangan bahaya udara, dapat melindungi dan menyembunyikan diri. Tiap ruangan dihubungankan dengan jalan udara dari ujung jurang tebing yang agak besar sampai ke ujung yang lebih kecil. Sehingga udara segar bisa leluasa berlalu-lintas di dalamnya.
Kapasitas lubang tersebut direncanakan untuk 500 orang. Ditambah dengan k pegawai kantor bisa mencapai 1000 orang dalam keadaan darurat. Di dalam  lubang perlindungan tersebut tidak ada dapur. Sebab kalau memasak, akan mengurangi zat asam, mengeluarkan asap yang mengusik oksigen. Dengan kata lain, rancangan membuat kafe di dalamnya nanti perlu dipertimbangkan masak-masak.

Minggu, 06 November 2011

7 Perkara yang Merusak
1)Menyekutukan Allah atau Syirik
Perbuatan syirik di dalam agama islam dianggap dosa yang paling besar.Begitubesarnya dosa syirik itu maka Allah Ta’ala tidak akan mengampuni orang yang melakikan perbuatan tersebut,sebagaimana firman Allah:
إن الله لا يغفر أن يشرك به ويغفر ما دون ذلك لمن يشاء ومن يشرك بالله فقد افترى إثما عظيما
Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar. (Q.S An-Nisaa':48)

2)Sihir
“Sihir” di dalam agama islam dengan tegas dilarang dan termasuk dosa besar,barang siapa yang menggunakan sihir maka ia termasuk orangg-orang kufur atau membawa pada kekufuran.
Sihir sangat merugikan terutama pada orang lain.Sihir dapat menimbulakn sakit pada orang lain,membuat suamu istri bercerai dan lain-lain.Sihir termasuk perbuatan yang mneggunakan bantuan syetan.Seperti firman Allah:
 وَاتَّبَعُواْ مَا تَتْلُواْ الشَّيَاطِينُ عَلَى مُلْكِ سُلَيْمَانَ وَمَا كَفَرَ سُلَيْمَانُ وَلَـكِنَّ الشَّيْاطِينَ كَفَرُواْ يُعَلِّمُونَ النَّاسَ السِّحْرَ وَمَا أُنزِلَ عَلَى الْمَلَكَيْنِ بِبَابِلَ هَارُوتَ وَمَارُوتَ وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّى يَقُولاَ إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلاَ تَكْفُرْ فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ وَمَا هُم بِضَآرِّينَ بِهِ مِنْ أَحَدٍ إِلاَّ بِإِذْنِ اللّهِ وَيَتَعَلَّمُونَ مَا يَضُرُّهُمْ وَلاَ يَنفَعُهُمْ وَلَقَدْ عَلِمُواْ لَمَنِ اشْتَرَاهُ مَا لَهُ فِي الآخِرَةِ مِنْ خَلاَقٍ وَلَبِئْسَ مَا شَرَوْاْ بِهِ أَنفُسَهُمْ لَوْ كَانُواْ يَعْلَمُونَ
Dan mereka mengikuti apa[76] yang dibaca oleh syaitan-syaitan[77] pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat[78] di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: "Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir". Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya[79]. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang tidak memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat, dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui.(Q.S Al-Baqarah:102)

3)Membunuh Orang yang Haram  Dibunuh
Apabila ada seorang  mu’min  membunuh mu’min lainnya dengan jalan yang bukan hak,maka sungguh berat sekali resikonya disisi Allah,dimana dosanya disejajarkan dengan dosa syirik.Allah berfirman:
مَنْ قَتَلَ نَفْسًا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِي الْأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعًا
Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain[411], atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya.(Q.S Al-Maidah:32)

4)Makan Harta Riba
Perbuatan riba biasa terjadi dalam jual beli umumnya,dan hutang-pihutang khusunya.Adapun yang melakukan perbuatan ini adalah orang orang yang berhajat. Agama islam sangat mengutuk perbuatan riba seperti apapun bentuknya.
Orang yang mengerjakan perbuatan riba,penulisnya, dan juga saksi-saksi akan mendapat ganjaran dosadan juga mendapat la’nat Allah, Allah berfirman :
وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا
  Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.(Q.S Al-Baqarah:275)

5)Makan Harta Anak Yatim
Artinya menyelewengkan harta yatim atau menggunakan harta anak yatim secara dhalim.Orang –orang yang makan harta anak yatum dikutuk oleh allah hidupnya ,perlakuannya itu dianggap perbuataan zhalim yang nyata,seperti firman Allah yang berbunyi :
نَّ الَّذِينَ يَأْكُلُونَ أَمْوَالَ الْيَتَامَى ظُلْمًا إِنَّمَا يَأْكُلُونَ فِي بُطُونِهِمْ نَارًا وَسَيَصْلَوْنَ سَعِيرًا
Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).(Q.S An-Nisaa':10)

6)Lari dari Perperangan
Maksudnya adalah seseorang yang melarikan diri disaat mereka sedang berperang melawan orang-orang kafir.Orang-orang yang lari dari medan perangakan dimasukan ke dalam neraka jahanam seperti firman Allah yang berbunyi :
(15)يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ إِذَا لَقِيتُمُ الَّذِينَ كَفَرُواْ زَحْفاً فَلاَ تُوَلُّوهُمُ الأَدْبَارَ
(16)وَمَن يُوَلِّهِمْ يَوْمَئِذٍ دُبُرَهُ إِلاَّ مُتَحَرِّفاً لِّقِتَالٍ أَوْ مُتَحَيِّزاً إِلَى فِئَةٍ فَقَدْ بَاء بِغَضَبٍ مِّنَ اللّهِ وَمَأْوَاهُ جَهَنَّمُ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ
15.Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bertemu dengan orang-orang yang kafir yang sedang menyerangmu, maka janganlah kamu membelakangi mereka (mundur).
16.Barangsiapa yang membelakangi mereka (mundur) di waktu itu, kecuali berbelok untuk (sisat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan yang lain, maka sesungguhnya orang itu kembali dengan membawa kemurkaan dari Allah, dan tempatnya ialah neraka Jahannam. Dan amat buruklah tempat kembalinya.(Q.S Al-Anfal :15-16)

7)Penuduh Wanita Baik-baik Lagi Mukmin yang Lengah
Maksudnya,menuduh wanita wanita yang baik dan beriman melakukan perbuatan zina,padahal tidak pernah tersirat di hati mereka melakukan perbuatan itu.
Menuduh perempuan baik-baik melakukan perbuatan itu dianggap sebagai salah satu dari 7 dosa besar .dan para penuduh palsu tersebut akan mendapat adzab yang sama seperti pada orang –orang syirik dan yang mengerjakan dosa besar lainnya.Allah telah berfirman :
(24)إِنَّ الَّذِينَ يَرْمُونَ الْمُحْصَنَاتِ  الْغَافِلَاتِ الْمُؤْمِنَاتِ لُعِنُوا فِي الدُّنْيَا وَالْآَخِرَةِ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ
(25)يَوْمَ تَشْهَدُ عَلَيْهِمْ أَلْسِنَتُهُمْ وَأَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
23. Sesungguhnya orang-orang yang menuduh wanita yang baik-baik, yang lengah[1033] lagi beriman (berbuat zina), mereka kena la'nat di dunia dan akhirat, dan bagi mereka azab yang besar
24. pada hari (ketika), lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.(Q.S An-Nuur:23-24)